Follow Us @tiyov

Monday, January 8, 2018

Misteri Hubungan antara Jerman dan Indonesia di Era menuju Kemerdekaan

5:43 PM 0 Comments
Misteri Hubungan antara Hitler dan Soekarno
Horst Henry Geerken, sahabat dekat presiden Indonesia pertama Soekarno, mengungkapkan bahwa pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, pernah bekerja sama dalam hal persenjataan kepada Indonesia. Melalui tentaranya, Hitler pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam ke Indonesia. Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 – 1945.
Horst Henry Geerken (pict: alifrafikkhan.blogspot)
Hitler pernah membantu kirim senjata dan alat-alat militer buatan Jerman untuk Soekarno. Senjata dikirim dengan menggunakan kapal selam. Senjata ini untuk membantu para pejuang PETA (Pembela Tanah Air) di Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Horst Henry Geerken, sahabat dekat presiden Soekarno, di Ubud Gianyar, Bali, pada 2013 lalu.
Pengiriman senjata dari Hitler untuk Soekarno diketahui tahun 1963 dan disampaikan langsung oleh Bung Karno kepadanya.
“Soekarno bilang hal ini ke saya tahun 1963 hingga 1964, saat kita bertemu di Bali. Saat itu Bung Karno banyak bicara tentang politik,” kata pria kelahiran Jerman tahun 1933 tersebut. Senjata-senjata dari Jerman untuk Indonesia dikirim ke Jakarta, Surabaya, dan Sabang di Pulau Weh.
Patung lilin Adolf Hitler
“Senjata-senjata ini dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik, lewat Afrika, dengan menggunakan total 57 buah kapal selam Jerman,” jelas Henry.
Henry juga menegaskan, Hitler mau membantu Soekarno waktu itu karena tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia.
Komunikasi antara Soekarno dan Hitler tidak dilakukan secara langsung, tetapi lewat perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia.
“Waktu pengiriman senjata itu, Hitler (Jerman) sedang berperang dengan Belanda, waktu itu Belanda sedang jajah Indonesia. Jadi Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia,” jelas Henry.
Selain membantu Indonesia dalam persenjataan itu, Hitler juga kabur ke Indonesia setelah kalah perang di Jerman. “Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia,” tambah Henry.
Kisah rahasia Adolf Hitler dan Soekarno ini, ujar Henry, akan diceritakan lebih jelas dalam buku baru yang disusunnya. Buku kisah persahabatan Adolf Hitler dan Soekarno yang belum terungkap ke publik.
Untuk diketahui, Horst Henry Geerken lahir di Jerman dan kuliah tehnik di Jerman dan Amerika itu tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman, Telefunken. Henry yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno itu kemudian juga menulis buku ‘A Magic Gecko Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno’.

Orang-orang Asing yang Membantu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

5:36 PM 0 Comments
Atas nama antipenjajahan, orang-orang asing dari berbagai negara ini ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selama masa revolusi, bangsa Indonesia tidak berjuang sendiri. Sejarah mencatat, orang-orang asing dari berbagai negara juga turut mendukung, baik secara militer dan politik. Berikut ini orang-orang asing yang membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Jerman

Pasca berakhirnya Perang Dunia II, setidaknya ada dua prajurit Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) dari Kapal Selam U-219 yang bergabung dengan gerilyawan Indonesia: Warner dan Losche. Keduanya lolos dari kamp konsentrasi Sekutu di Pulau Onrust (masuk wilayah Kepulauan Seribu). Mereka kemudian menjadi pelatih militer pada sebuah kesatuan tentara Indonesia di pulau Jawa, tepatnya di perkebunan kopi di Ambarawa. Losche malah gugur dalam suatu kecelakan saat melatih para gerilyawan Republik membuat sejenis pelontar api. 

Ukraina

Ukraina, negara pertama yang mengusulkan soal Indonesia dibahas di Dewan Keamanan PBB. Adalah Dmitri Manuilsky, ketua utusan Republik Soviet Sosialis Ukraina di PBB yang mengawali pembicaraan mengenai pertikaian Indonesia dan Belanda pada 1946. Dalam setiap sidang, Manuilsky bersikukuh bahwa Indonesia dalam keadaan bahaya. Berkat usulan Manuilsky, sengketa Indonesia-Belanda menjadi sengketa internasional sepenuhnya (a full blown international dispute).
(Selengkapnya baca Dari Ukraina untuk Indonesia)

Amerika Serikat

Bobby Earl Freeberg, mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat yang bersimpati terhadap perjuangan Indonesia. Salah satu misi penting yang pernah dilakukan Bob adalah mengirimkan pasukan penerjun ke Kalimantan yang diduduki NICA. Pesawat yang dikemudikan Bob diregistrasi dengan kode RI-002. Bob gugur setelah pesawatnya ditembak pesawat tempur Belanda pada 1 Oktober 1948 di Sumatra Selatan. Misinya saat itu membawa sejumlah uang dan emas untuk membantu gerilya di Sumatra. (Selengkapnya baca Pilot Berhati Lembut)
Selain Bob, ada seorang ahli matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Dirk Jan Struik. Dia adalah pemimpin Komite Amerika untuk Indonesia Merdeka. Di negaranya, Dirk menjadi aktivis antikolonialisme yang berpengaruh. Organisasinya menggerakkan serangkaian aksi demonstrasi yang mengecam agresi militer Belanda terhadap Indonesia pada 1947. 

Australia

Perdana Menteri Joseph Benedict Chifley (menjabat 1945-49) adalah salah satu tokoh politik Australia yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Ini ditunjukkan dengan mendukung aksi boikot serikat buruh pelabuhan Australia terhadap kapal-kapal Belanda yang membawa senjata ke Indonesia pasca agresi militer pertama. Menteri Luar Negeri Australia HV. Evatt, memperlihatkan dukungan serupa. Evatt diam-diam membiarkan pemboikotan itu walaupun melanggar undang-undang yang pernah dilaksanakannya ketika menjabat Jaksa Agung.
Di PBB, upaya diplomasi Indonesia didukung Thomas Kingston Critchley. Setelah Belanda melancarkan agresi militer kedua, diplomat Australia itu melaporkan kepada PBB bahwa Republik Indonesia masih eksis dan sanggup melawan. Atas jasanya, Critchley menerima anugrah Bintang Dharma Putra dari pemerintah Indonesia pada 1992. 

Jepang

Berpangkat laksamana, Tadashi Maeda menjadi tokoh militer tertinggi Jepang yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Peran terpentingnya ketika mempersilakan dan menjamin keamanan para pemimpin Indonesia merumuskan teks proklamasi di rumahnya. Rumah Maeda yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kini menjadi Museum Naskah Proklamasi. 

Shigeru Ono, salah satu tentara Jepang yang memilih bertahan di Indonesia setelah Jepang menyerah terhadap sekutu. Ono bergerilya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya, menyerang markas KNIL di Mojokerto pada Juni 1947. (Selengkapnya baca Pejuang Jepang Telah Berpulan)

Ichiki Tatsuo alias Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman diberikan oleh Haji Agus Salim ketika Tatsuo menjadi penasihat Divisi Pendidikan Pembela Tanah Air (Peta), sebagai bentuk penghargaan kepadanya. Pada masa perang kemerdekaan, dia memimpin Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Dia gugur di desa Dampit dekat Malang, Jawa Timur, 9 Januari 1949, setelah menerobos desing peluru tentara Belanda untuk mendorong pasukan Indonesia agar menyerang. 
(Selengkapnya baca Kekecewaan Seorang Jepang)

Seorang perwira intel Jepang, Tomegoro Yoshizumi, turut melibatkan diri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dia dikenal dekat dengan Tan Malaka. Yoshizumi gugur pada 10 Agustus 1948 di Blitar, Jawa Timur saat bergerilya. 
(Selengkapnya baca Intel Negeri Sakura)

India

Tentara India Muslim dalam pasukan Sekutu bertugas melucuti Jepang. Namun, mereka membelot dan berjuang di pihak Indonesia karena mengetahui mayoritas rakyat Indonesia adalah Muslim. Umumnya, para tentara pembelot ini ditampung dalam unit pasukan TNI di Jawa dan Sumatra. Usai revolusi sebagian dari mereka memilih pulang ke India dan sebagian lagi menetap di Indonesia meneruskan berdinas di militer atau kepolisian. 

Korea

Yang Chill Sung, tentara Korea yang direkrut militer Jepang sebagai gunsok(tentara pembantu) dalam Perang Asia Timur Raya. Dia memeluk agama Islam tatkala tertawan Pasukan Pangeran Papak (PPP) Garut pimpinan Mayor Saoed Moestafa Kosasih pada Maret 1946. Sung kemudian berganti nama: Komarrudin. Sebagai ahli peledak, dia berperan dalam operasi penghancuran jembatan Cimanuk pada 1947 yang menggagalkan upaya Belanda menguasai wilayah Wanaraja. Pada 9 Agustus 1948, Sung alias Komarrudin diringkus dan dieksekusi pasukan buru sergap Belanda. Sebelum peluru menembus kepalanya, dia masih sempat meneriakan pekik “merdeka”. 

Skotlandia

Muriel Stuart Walker, wanita kebangsaan Skotlandia yang dikenal dengan nama Ktut Tantri. Dia merupakan penyiar Radio Pemberontakan yang dipimpin Bung Tomo. Pada saat terjadi serangan Inggris dia berada di palagan. Dari medan peperangan itu, dia menyiarkan jalannya perang ke seluruh Eropa melalui radio tersebut. Simpati dari negara asing pun berdatangan terhadap perjuangan rakyat Surabaya. 
(Kisah selengkapnya baca di K'tut Tantri)


Friday, December 29, 2017

James Bond’ Indonesia Dilatih CIA dan Mossad

10:51 AM 0 Comments
Sebulan setelah Jepang mengibarkan bendera putih dalam Perang Dunia II, Frederick E Crockett tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 15 September 1945. Crockett datang dengan menumpang kapal perang Inggris, HMS Cumberland. Di bawah payung Operasi Everest, tugas Crockett di Jakarta hanya dua, yakni membantu pemulangan tentara Amerika Serikat yang ditawan Jepang dan membuka kantor intelijen.

Crockett merupakan perwira dalam Office of Strategic Service (OSS). Selama Perang Dunia II, OSS bertugas mengumpulkan informasi intelijen untuk menopang operasi militer Amerika dan negara-negara Sekutu. OSS inilah yang beberapa tahun kemudian bersalin nama menjadi Central Intelligence Agency (CIA).

Setelah Perang Dunia II usai, OSS berniat membuka stasiun intelijen di tiga kota di Asia Tenggara: Jakarta, Saigon (kini Ho Chi Minh City), dan Singapura. Operasi tiga stasiun ini ada di bawah kendali Kolonel John G Coughlin, yang berbasis di Kandy, Sri Lanka. Coughlin punya rencana besar di Asia Tenggara. Dia berniat menempatkan 85 intel di Singapura.

“Untuk apa kalian menempatkan orang sebanyak itu?” pejabat dinas intelijen Inggris bertanya kepada Coughlin, dikutip William J Rust dalam artikelnya Transitioning into CIA: The Strategic Services Unit in Indonesia. Lantaran protes Inggris, dia memangkas angka itu jadi tinggal 20 orang untuk seluruh Asia Tenggara. Masing-masing stasiun paling tidak terdiri atas empat orang dengan spesialisasi espionase, kontra-intelijen dan riset analisis. Menurut Coughlin, “Dengan tim yang kecil, kita tak akan menarik perhatian orang.”

Untuk stasiun intelijen Jakarta, selain Crockett, jebolan Universitas Harvard dan mantan perwira Angkatan Laut, ada lagi Jane Foster, seniman yang sudah punya pengalaman lumayan lama di bagian propaganda OSS. Jane juga lumayan paham bahasa dan budaya Indonesia. Dua orang lagi pembantu Crockett adalah Richard F Staples dan John E Beltz, keduanya prajurit Angkatan Laut Amerika. Sebagai kantor sementara, mereka menempati dua kamar Hotel des Indes, di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Pada akhir September 1945, ditemani seorang perwira intelijen Angkatan Laut Amerika, Jane menemui Presiden Sukarno di kediaman Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo. Intel-intel Amerika itu menekankan bahwa mereka hanya berniat mengumpulkan informasi. Dari bulan ke bulan, jumlah intel Amerika di Jakarta makin banyak. Salah satu tokoh kunci pada masa-masa awal operasi Dinas Intelijen Amerika di Indonesia adalah Robert Koke. Dia punya hotel di Bali dan lumayan pandai bercakap Melayu.

saat intel-intel Amerika ini mulai beroperasi di Jakarta, badan intelijen Indonesia baru didirikan. Adalah Zulkifli Lubis, lulusan pertama sekolah intelijen yang dibikin oleh penjajah Jepang di Tangerang, yang jadi pelopornya. Zulkifli sempat ditempatkan Jepang di Singapura selama sekitar setahun.

Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, Zulkifli kembali ke Jakarta. Ide besarnya menciptakan kemampuan intelijen bagi negara baru mendapat dukungan dari dua perwira militer Jepang, Yanagawa dan Yamazaki. "Saya menganggap untuk setiap gerakan apa pun, intelijen penting dan harus ada," ujar Zulkifli seperti yang dikutip dari buku Senarai Kiprah Sejarah. Dia membentuk Badan Istimewa, yang anggotanya dibatasi 40 mantan perwira Pembela Tanah Air (Peta) dari seluruh Jawa dan bekas informan Jepang di Jakarta. Mereka dididik dasar-dasar intelijen di asrama pelayaran di kawasan Pasar Ikan.

Kepada murid-muridnya ini, Zulkifli menekankan bahwa mengabdi sebagai intelijen itu harus tanpa pamrih. Total pengabdian jadi hal mutlak. "TNI masih bisa dapat bintang, naik pangkat, dan kalau mati dimakamkan di makam pahlawan. Kalau intelijen tidak boleh begitu. Dia harus betul-betul mengabdi, semata-mata untuk negara dan orang banyak," kata Zulkifli.


Sejak awal dinas intelijen Indonesia beroperasi, sudah ada ‘jejak’ CIA. Pada 1952, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia saat itu, Merle Cochran, memberi penawaran pelatihan rahasia bagi para kader intelijen Departemen Pertahanan. Syaratnya, pemerintah Indonesia harus menolak kehadiran komunis di Indonesia.

Kenneth J Conboy dalam bukunya, Intel: Inside Indonesia's Intelligence Service, menulis, kepada Bung Hatta dan Menteri Pertahanan Sultan Hamengku Buwono IX, Cochran menjanjikan para kader ini akan bisa menjadi kekuatan gerilya apabila terjadi serangan komunis asal China di Asia Tenggara. Bujukan Cochran berhasil meluluhkan Hatta dan Sultan. Terlebih lagi Cochran menyanggupi bantuan akan diberikan diam-diam.

Menurut Kenneth, peserta angkatan pertama kursus intelijen dari CIA itu sebanyak 17 orang. Mereka diseleksi dari 50 orang pemuda usia 20-an tahun oleh Soemitro Kolopaking, bekas Bupati Banjarnegara, yang dikenal dekat dengan Bung Hatta. Tri Sedjati Kolopaking, anak Soemitro, mengatakan ayahnya tak pernah bercerita soal perannya dalam kursus intel CIA itu. Begitu pula anak Wakil Presiden Hatta, Gemala Hatta. "Ayah hanya cerita pernah menyiapkan pendidikan untuk diplomat muda, soal pelatihan intel nggak pernah. Mungkin karena rahasia, ya," ujar Gemala kepada detikXbeberapa hari lalu.

Menjelang akhir 1952, di tengah pekatnya gelap malam, para calon intel itu naik kapal dagang Maria Elisa, yang buang sauh di lepas pantai Semarang, Jawa Tengah. Setelah menerjang ganasnya lautan selama tiga hari, kapal dengan awak berkebangsaan Jepang itu tiba di Selat Makassar. Tak berapa lama sebuah pesawat amfibi PBY Catalina mendarat dan mendekati kapal dagang itu.


Rata-rata calon intel Indonesia ini belum pernah naik pesawat. “Perut kami serasa dikocok-kocok,” ujar salah satu calon intel itu. Pesawat yang dioperasikan Civil Air Transport (CAT) di bawah kendali Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA) itu membawa mereka ke Pangkalan Udara Clark, Filipina. Pada malam itu pula, mereka kembali diterbangkan ke Pulau Saipan, sebuah pulau di bagian barat Samudra Pasifik.

Di pulau yang dikuasai Amerika Serikat sejak 1950 itu, CIA mendirikan pusat pelatihan Saipan Training Station dengan nama samaran Naval Technical Training Unit untuk melatih para anggota dinas intelijen dan pasukan khusus dari berbagai negara yang sepaham. Gilbert Layton, veteran Perang Dunia II, menjadi instruktur para calon agen intelijen Indonesia.

Kartono Kadri, calon intel asal Magelang, saat diwawancarai Kenneth menuturkan perintah pertama dari Gilbert adalah semua benda yang berhubungan dengan negara asal mereka harus disingkirkan. Mereka pun mendapat panggilan ala Amerika untuk memudahkan komunikasi dengan instruktur.

Tiga bulan mereka tinggal di Saipan. Latihan paramiliter dan komunikasi morse menjadi santapan mereka setiap hari. “Saya menembakkan peluru lebih banyak di sini dibanding lima tahun masa revolusi,” ujar salah satu calon intel. Siswa yang menonjol diberi keahlian khusus peralatan dan metode analisis intelijen.

Setelah kembali ke Indonesia pada Februari 1953, mereka menghadap Soemitro dan dikumpulkan dalam organisasi bernama Firma Ksatria. Alumni Saipan ini dikirim ke pelbagai tempat untuk tugas intelijen. Kartono alias Shorty dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk mempelajari dan berusaha menarik simpati komunitas keturunan Tionghoa.

Dianggap sukses, proyek kursus intelijen CIA dilanjutkan lagi pada pertengahan 1953. Pelatihan gelombang kedua ini diikuti 19 pemuda. Sayangnya, situasi politik dalam negeri yang tidak stabil membuat dinas intelijen Indonesia telantar. Keahlian intelijen para pemuda lulusan kursus intel CIA ini akhirnya tak terpakai. Beberapa dari mereka kemudian memilih kembali kuliah atau menjadi pegawai di beberapa departemen. Pada masa-masa itu, hubungan Indonesia dengan Amerika sempat memburuk.

Rezim berganti, haluan politik luar negeri berubah. Sejak awal berkuasa, Presiden Soeharto sudah merasakan perlunya dinas intelijen yang kuat di Indonesia. CIA kembali datang menawarkan bantuan uang dan pelatihan. Perwira Intelijen di Polisi Militer, Kolonel Nicklany Soedardjo, berperan besar dalam hal ini. Nicklany, yang menjabat Wakil Asisten Intelijen Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) dan pernah menjalani pendidikan di Fort Gordon, Amerika, pada 1961, mengusulkan perlunya dibentuk unit baru untuk menangani kontra-intelijen asing kepada sejumlah petinggi Detasemen Pelaksana Intelijen Polisi Militer (Den Pintel Pom).

Komandan Den Pintel Pom Mayor Nuril Rachman menyiapkan 10 perwira aktif dan 50 sipil. Unit inilah yang menjadi Satuan Khusus Pelaksana Intelijen atau Satsus Pintel dan kemudian dipendekkan menjadi Satuan Khusus Intelijen atau Satsus Intel. Menurut Nuril, unit ini akan membutuhkan anggaran lumayan besar.


Very Pelenkahu (kiri) dengan penasihat Israel di Cipayung, 1971.
Foto: KennethJ Conboy, dalam buku Intel: InsideIndonesia's Intelligence Service

Nicklany menenangkannya. "Jangan khawatir, kalian akan mendapatkannya," ujar Kolonel Nicklany. Pada 1966, kepala stasiun CIA di Jakarta adalah Clarence ‘Ed’ Barbier, mantan intel Angkatan Laut Amerika. Tak lama setelah Ed Barbier ‘mampir’ ke Markas Besar Polisi Militer, bantuan pun datang.

Ken Conboy menulis, hingga akhir 1968, Amerika memberikan bantuan keuangan secara rahasia untuk menggaji 60 personel, kendaraan untuk pengintaian, biaya sewa rumah aman di Jalan Jatinegara Timur Jakarta Timur, tape recorder mutakhir merek Sony TC-800, serta peralatan penyadap telepon QTC-11. Tak hanya dana operasi, CIA juga mengirimkan instruktur seniornya Richard Fortin pada September 1969 untuk memberikan pelatihan teknik pengintaian dasar selama dua minggu.

Rupanya bukan hanya CIA yang bermurah hati kepada Satsus Intel. Dinas Intelijen Luar Negeri Inggris MI6 juga mengirimkan agennya sebagai instruktur. Dinas intelijen Israel yang kondang, Mossad, ikut ‘menyumbang’ intelnya untuk mendidik para agen Satsus Intel.

Pada November 1970, Anthony Tingle tiba di Jakarta dengan paspor Inggris. "Tingle sebenarnya seorang brigadir Israel berusia 50 tahun dan bekerja untuk Mossad," Conboy menulis. Tak mudah mendapatkan izin untuk seorang instruktur Israel karena Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik. Nicklany mengabaikan persoalan sensitif itu dan mengambil risiko. "Kita mendatangkan instruktur Israel karena mereka yang terbaik di dunia," Nicklany menjelaskan kepada seorang perwira Satsus Intel.

Tingle mengajarkan bagaimana intel menyamarkan identitas selama empat pekan di Cipayung. Intel Mossad itu mengajar dengan sangat serius, dingin, tanpa lelucon sama sekali. “Ia tak pernah tersenyum, tak pernah tertawa, dan tak pernah mau wanita,” salah seorang muridnya, Very Pelenkahu, menuturkan kepada Conboy. “Dan saya belajar lebih banyak darinya dibanding dari instruktur mana pun.”

Pada Februari 1973, Mossad mengirim pelatih keduanya untuk memberikan pelatihan kontraspionase dan bagaimana menggunakan agen dalam melakukan kegiatan kontra-intelijen. Peserta kelas kedua ini seluruhnya dari Satsus Intel.

Hubungan dengan Mossad ini lumayan awet juga. Pada 1983, seorang penasihat Israel datang ke Jakarta untuk mengajarkan teknik intelijen kepada lima intel yang akan ditempatkan di luar negeri. Salah seorang peserta menuturkan, dia sampai 15 kali diajak ke hotel. Hingga satu kali sang instruktur menunjuk seseorang yang duduk seorang diri di lobi.

“Saya hanya diberi waktu 15 menit untuk mengarang cerita, memperkenalkan diri, dan meyakinkan orang itu untuk bertemu kembali di lobi jam tujuh malam…. Jika si target menunggu saya malam itu, berarti saya berhasil,” seorang mantan pejabat Badan Intelijen Negara menuturkan.

Sumber: DetikX

Thursday, April 20, 2017

Janji Sang Gubernur Jakarta Baru

12:30 PM 0 Comments


Akhirnya Pilkada rasa Pildacil di Jakarta sudah usai, Dan menurut QC (Quick Count) beberapa lembaga Survey Indonesia menunjukan bahwa Anies-Sandi Unggul dalam putaran ke 2 mengalahkan Basuki-Djarot. Bagi para pendukung Anies-Sandi ini adalah kebahagiaan dan buat para pendukung Basuki-Djarot ini adalah kesedihan, tapi memang seperti itulah bentuk dari persaingan memperebutkan Kursi sebagai Pengelola DKI Jakarta. Dimana ada kemenangan disitu ada kekalahan. Sekarang Kepala Pelayan Ibukota Indonesia DKI Jakarta sudah terpilih dan kini untuk para pendukung kedua belah pihak bisa bernafas lega karena persaingan saat kampanye sudah selesai. Segala macam isu yang terlontar dari kedua belah pihak kini sudah mereda, dan kini saatnya kita kembali kepada Persatuan Indonesia. Dan kini tinggal menunggu janji-janji yang keluar dari mulut Calon Gubernur yang menang agar terealisasi, Dan bagi yang sudah lupa dengan janji yang sudah dijanjikan oleh pihak pemenang, disini akan saya tulisan apa saja Janji yang harus diwujudkan untuk warga Jakarta.

23 JANJI MANIS YANG HARUS DILAKSANAKAN GUBERNUR BARU JAKARTA (ANIES-SANDI)

1. Merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun), yang juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

2. Merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah dan pemuka agama.

3. Membuka 200.000 lapangan kerja baru, membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga untuk menghasilkan 200.000 pewirausaha baru, selama lima tahun.

4. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas Pendidikan Kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya, untuk menghasilkan lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja dan berwirausaha.

5. Mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku dan menyederhanakan rantai distribusi, serta menyediakan Kartu Pangan Jakarta untuk meningkatkan daya beli warga tidak mampu serta merevitalisasi pasar-pasar tradisional dan Pedagang Kali Lima untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

6. Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta.

7. Membangun pemerintahan yang bersih, modern dan melayani berbasis transparansi, akuntabilitas dan keteladanan dengan mengoptimalkan pelibatan publik dan pemanfaatan teknologi (Smart City). 

8. Mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan untuk merealisasikan rencana kerja hingga
95 persen, mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam audit laporan keuangan, mencapai predikat 80 dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), menghentikan praktik penyelewengan di dalam birokrasi, dan memperbaiki manajemen aset-aset milik Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

9. Meningkatkan Realisasi Rencana Program (daya serap anggaran) untuk memperluas cakupan dan efektivitas program-program penanggulangan banjir dan kemacetan, rehabilitasi dan pemeliharaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah.

10. Memuliakan perempuan Jakarta dengan mendukung Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Ekslusif, melakukan pendataan dan pemantauan dini terhadap ibu-ibu hamil dan balita yang memerlukan bantuan khusus, memberikan cuti khusus bagi suami selama proses kelahiran anak, serta menyediakan fasilitas-fasilitas publik khusus seperti Ruang Menyusui dan Tempat Penitipan Anak yang dikelola secara sehat, profesional dan bisa diakses seluruh warga.

11. Memberdayakan perempuan Jakarta dengan mendukung sepenuhnya partisipasi perempuan dalam perekonomian, antara lain melalui pemberian Kredit Usaha Perempuan Mandiri.

12. Melindungi perempuan dan anak-anak Jakarta dari praktik pelecehan, kekerasan dan diskriminasi serta praktik perdagangan manusia (human traficking) dengan mengaktifkan 267 Rumah Aman, merevitalisasi Unit Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan berbasis aplikasi bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Jakarta, dan memberi subsidi bantuan hukum bagi korban.

13. Membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antarmoda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, perluasan daya jangkau transportasi hingga menjangkau seluruh warga, pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat-pusat pemukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.

14. Mengatasi kesenjangan Ibu Kota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi segenap warganya dan menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.

15. Mengaktifkan kembali komunitas-komunitas di Jakarta melalui kegiatan pengembangan kebudayaan, kesenian, olahraga, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan budaya membaca melalui Program Taman Maju Bersama, yaitu merevitalisasi taman-taman yang ada, membangun taman-taman baru dari wilayah pinggiran Jakarta, serta membangun Taman Pintar (Science Park).

16. Membangun dan merevitalisasi pusat-pusat pengembangan kebudayaan, antara lain dengan:
(a) Membangun Taman Benyamin Sueb sebagai pusat perawatan dan pengembangan kebudayaan Betawi dan pusat interaksi lintas-komunitas, yang di dalamnya berdiri Museum Kebudayaan Betawi. 

(b) Menyelamatkan dan merevitalisasi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dengan melakukan digitalisasi seluruh koleksinya, profesionalisasi pengelolaannya serta memperlayak sarana dan prasarananya.

(c). Menjadikan Jakarta sebagai pusat kebangkitan film nasional melalui sinergi dengan semua pemangku kepentingan dalam kerja kreatif sinematografi dan industri film.

17. Menyelenggarakan festival olahraga dan kesenian Jakarta sepanjang tahun untuk mengembangkan pembinaan olahraga dan kesenian berbasis komunitas.

18. Menjadikan Jakarta sebagai Kota Hijau dan Kota Aman yang ramah, sejuk dan aman bagi anak, perempuan, pejalan kaki, pengguna jalan, dan seluruh warga; menggalakkan kegiatan cocok tanam kota (urban farming); melakukan audit berkala keamanan kampung; serta memperluas cakupan dan menperbaiki kesejahteraan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

19. Memperluas cakupan dan memperbaiki kualitas layanan air bersih dengan prioritas pada wilayah-wilayah dengan kualitas air terburuk, dan memberikan subsidi langsung untuk warga tidak mampu. 

20. Merevitalisasi layanan dokter komunitas, melakukan pelatihan peduli kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, melakukan pelatihan peduli lingkungan hidup, dan mengaktifkan Pos Perempuan Mandiri sebagai bagian dari program pengembangan Posyandu dan Posbindu.

21. Memberdayakan para pengembang kelas menengah untuk merealisasikan pembangunan kampung susun, kampung deret dan rumah susun, serta mempermudah akses kepemilikan bagi warga tidak mampu.

22. Membangun pusat-pusat pariwisata, tempat-tempat bersejarah dan pusat-pusat kegiatan warga sebagai tempat yang ramah, aman dan sejuk bagi anak, lansia dan warga difabel.


23. Meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, Sekolah Minggu dan Majelis Taklim berbasis asas proporsionalitas dan keadilan.


 Lalu siapa saja yang bisa, boleh dan berhak menagih janji Gubernur Baru ini? Apa benar penagih janji harus para pendukung dari pemenang? Atau siapapun boleh menagih janji dari Gubernur terpilih yang baru?

 Ini yang menarik...

Untuk Para pendukung Anies-Sandi yang suka nyinyir pasti akan bilang

"Pilihnya Ahok tapi nagih Janjinya ke Anies, Situ Sehat?" ke para pendukung Basuki-Djarot.

Begitupun seandainya petahan menang. Banyak orang yang tidak paham dengan ucapan ini.
Ingat, saat mereka Kampanye, Para Calon Gubernur berjanji dengan semua warga Jakarta, bukan hanya kepada para pendukungnya saja untuk menarik suara agar bisa memenangkan Pilkada, Jadi dengan alasan ini yang berhak menagih janji adalah semua warga Jakarta, bukan hanya untuk para pendukungnya saja.

Kita ambil Contoh simple, Yaitu janji membangun stadion untuk Persija Jakarta sekelas Old Trafford. Lalu apakah ketika Stadion jadi yang boleh menonton hanyalah pendukung Anies-Sandi? Atau semua warga Jakarta yang akan mensupport team sepakbola kesayangan mereka?

Untuk itu, siapapun Gubernurnya, jika memang sudah terpilih, mereka wajib memenuhi semua janji-janji yang pernah terujar, bukan hanya wacana atau pemanis saja. Dan sebagai warga Jakarta, kawal janji Gubernur Jakarta terpilih yang baru agar benar-benar merealisasikan janji mereka.


Tuesday, November 15, 2016

5 Cara Mengetahui Berita Hoax di Media Sosial

11:42 AM 0 Comments
Berita hoax alias berita bohong atau enggak jelas kebenarannya memang semakin marah tersebar belakangan ini. Sejak pengguna Facebook semakin banyak, semakin banyak pula “media” abal-abal yang menyebarkan berita hoax tentang berbagai hal. Segala kalangan, semua hal yang ada di dunia ini, kayanya enggak pernah luput dari pantauan para penyebar berita hoax ini. Salah satunya yang baru-baru ini tersebar adalah berita hoax tentang arti Pokemon yang ngasal banget dan enggak berdasar.
Berita hoax biasanya hadir karena kebencian seseorang atau suatu pihak kepada suatu hal. Karena enggak suka, disebar aja berita hoax tentang hal yang dia benci itu dengan tujuan mendulang dukungan alias cari temen. Padahal enggak ada kebaikan yang bisa didapatkan dari kebohongan, apalagi menjurus ke fitnah, guys. Kalau lo ikutan nyebar berita hoax itu, khususnya yang bernada negatif penuh kebencian, dengan kata lain lo juga udah ikut menebar kebohongan; ikutan bohong juga. Jadilah pembaca yang cerdas yang selalu mengecek berita yang lo baca. Biar enggak “keblinger”, Viki kasih tau cara mendeteksi berita hoax yang sering tersebar, baik di Facebook maupun broadcast message.

1. Cari sumber utama.
Berita dari mana pun, bahkan media yang udah terkenal dan sering di-share beritanya di Facebook sekalipun, kalau sumber beritanya enggak jelas, patut lo pertanyakan kebenarannya. Caranya gampang, tinggal lo cari aja sumber utamanya. Sekarang teknologi udah semakin canggih. Lo bisa akses Mbah Google buat cari tau kebenaran beritanya. Misal, ada berita tentang Masashi Kishimoto, mangaka Naruto, meninggal. Berita ini sempat tersebar beberapa waktu lalu dan ternyata cuma berita hoaxmenyambut April Mop. Lo bisa cari di Mbah Google dengan masukin keywords “masashi kishimoto meninggal”.

Saat diklik, harusnya berita teratas yang muncul adalah berita tentang meninggalnya Masashi Kishimoto. Ternyata, berita teratas malah bahas mukanya Kakashi. Ada, sih, yang bahas berita meninggalnya Masashi Kishimoto, tapi cuma dari blog netizen.


Ingat, sejauh ini, berita yang terpercaya adalah berita dari media resmi. Jadi, carilah sumber utama dari media resmi. Kalau beritanya tentang artis luar negeri atau konflik di luar negeri, sebisa mungkin cari berita dari negara asalnya atau dari media berbahasa Inggris yang terpercaya. Dengan begitu, lo bakal jadi lebih pinter dari yang bikin dan nge-share berita hoax tersebut.

2. Cek gambar yang tersebar



Enggak jarang “berita-berita” bernada konspirasi yang disebarluaskan dari status seseorang di Facebook didukung judul yang memprovokasi dan gambar yang bikin geram. Tapi, enggak jarang juga ternyata foto yang disebarkan sama “berita” yang ditulis sebenarnya enggak ada hubungannya. Kalau soal ini, supaya tau benar atau enggak, lo bisa cek gambarnya langsung; lagi-lagi di Google. Lo cuma perlu buka Google Imageupload gambar yang ada di “berita” itu, lalu lihat berita yang ada di halaman pertama. Berita yang muncul adalah berita lain yang pernah menggunakan gambar yang sama. Lo tinggal lihat aja tanggal beritanya. Lo lihat situs yang paling duluan pakai gambar itu dan lihat beritanya. Kalau beda banget sama yang disebar tadi, udah jelas “berita” itu hoax.

3. Waspada sama ajakan untuk menyebarkan.



Hati-hati kalo udah lihat broadcast message tentang apa pun yang ujung-ujungnya diakhiri dengan tulisan, “sebarkan!”. Biasanya “berita” semacam ini berupa nasihat, imbauan, sampai “dakwah” yang didukung dengan kutipan ayat-ayat tertentu. Biarpun ada kutipan ayatnya, bukan berarti lo jadi lalai untuk enggak mengecek kebenarannya. Intinya, kalo ada yang bilang sebarkan, jangan main sebar aja. Cek dulu kebenarannya.

4. Hati-hati sama referensi palsu.


Untuk meyakinkan para pembaca berita hoax ini, enggak jarang penulisnya yang entah terlalu pintar atau kurang kerjaan, sengaja mencantumkan nama ahli atau profesor yang bersangkutan sama “beritanya”. Misalnya, yang baru-baru ini terjadi, adalah informasi yang tersebar melalui broadcast message (yang sampai heboh juga di Facebook) mengenai pendapat seorang profesor sekaligus Dekan UGM, Tina Afiatin. Isinya adalah hujatan dari Tina Afiatin kepada Pokemon GO yang katanya bisa bikin intelijen Amerika tau kondisi masjid dan sebagainya. Ternyata, Tina Afiatin bukan Dekan UGM, (beliau cuma dosen, bukan dekan) dan yang bersangkutan juga mengaku enggak pernah menyebarkan tulisan semacam itu. Melihat tulisannya yang pakai kata-kata kasar gitu, Viki udah yakin enggak mungkin seorang dosen yang nulis, apalagi ini dosen UGM. Double check is a must, guys!

5. Seringkali bernada negatif.


Via Istimewa
Berita hoax seringkali bernada negatif. Entah membeberkan pemerintahan, menghujat suatu kaum, atau menjelek-jelekkan sesuatu dengan dalih keagamaan. Tapi, berita hoaxenggak selalu bernada negatif. Ada juga berita hoax yang tersebar dengan melebih-lebihkan suatu peristiwa tertentu yang sedang booming. Misalnya, saat masa penerimaan mahasiswa baru, beredar informasi melalui WhatsApp tentang jalur khusus penerimaan mahasiswa UI (tanpa tes) untuk mereka yang hafal Alquran. Ternyata, tak ada sama sekali jalur masuk seperti yang disebutkan. Ada lagi informasi tentang operasi penyakit tertentu gratis di sebuah rumah sakit. Seringkali pihak rumah sakit enggak tau sama sekali soal informasi ini. Kasihan kan kalo ada yang udah terlanjur percaya informasi yang lo sebar, padahal sebenarnya enggak benar. Jadi, cek terus kebenarannya sebelum lo yakin perlu disebar.
Mungkin banyak dari lo yang bilang, “Hoax atau enggak ya biarin aja. Enggak ada hubungannya sama gue.” Ini salah banget. Sebagai pembaca dan penerima berita, lo juga harus kritis supaya enggak gampang terprovokasi dan percaya informasi yang belum tentu benar. Jadilah netizen yang cerdas, jangan cuma modal copy paste. Kalo dari sekarang sudah modal copy paste aja, ya  jangan salahin pemerintah kalo Indonesia sampai sekarang enggak berkembang.
Penulis: Iruna Ireuna

Thursday, November 10, 2016

Lembaga Riset Inggris Ungkap Fakta Baru Soal Rokok Elektrik

4:09 PM 0 Comments
Jakarta, CNN Indonesia 

Public Health England, lembaga riset pemerhati kesehatan telah melakukan kajian atas dampak konsumsi rokok elektrik yang di Inggris telah mencapai angka 2,8 juta orang. Hasilnya, rokok elektrik sudah tepat dijadikan alternatif bagi para perokok karena memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Menurut kajian Public Health England, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya bahaya dari paparan uap rokok elektrik bagi perokok pasif. Selain itu, rokok elektrik juga tidak terbukti mampu memicu munculnya perokok-perokok baru.

Dirilisnya hasil kajian tersebut pada awal bulan ini menarik perhatian Achmad Syawqie, pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia yang tengah melakukan riset terkait kandungan dan dampak konsumsi rokok elektrik terhadap kesehatan.

“Beberapa bukti kajian telah menunjukkan rokok elektrik lebih rendah bahayanya dibandingkan dengan rokok konvensional,” kata Achmad, dikutip Kamis (21/7).

Ia menambahkan sejak awal maraknya konsumsi rokok elektrik, banyak kelompok masyarakat di Indonesia yang takut pada keberadaan rokok elektrik karena dinilai lebih berbahaya daripada rokok konvensional. 

“Sayangnya opini ini sering kali tidak sesuai dengan bukti kajian ilmiah,” keluhnya.


Dia menjelaskan, apabila kebijakan kemasan polos rokok dapat mengurangi potensi perokok baru dan memperlambat angka kematian dalam 35-50 tahun ke depan, maka konsumsi rokok elektrik diyakini dapat memperbaiki kesehatan 1 miliar perokok dalam 10-20 tahun. 

Sumber: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160723014619-92-146472/lembaga-riset-inggris-ungkap-fakta-baru-soal-rokok-elektrik/